BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Semakin berkembangya ilmu Pengetahuan dan Teknologi sangat di
butuhkan dalam hal segala bidang trnsportasi dan perhububungan. Maka dari itu
dari itu di butuhkan transportasi yang di gunakan untuk mengangkut barang atau
jasa.
Dalam hal tersebut, Universitas Islam Lamongan
(UNISLA) Merupakan lembaga Perguruan
Tinggi Swasta yang mempunyai metode pendidikan system ganda (PSG) yang bertugas
untuk mempersiapkan tenaga yang di bekali dengan pendidikan agama maupun ilmu
teknologi Elektronika yang siap di pakai guna memenuhi kebutuhan Dunia,
Khususnya di dunia Industry.
1.2 Tujuan
·
Mahasiswa
dapat mengetahui sistem bilangan dan kode.
·
Mahasiswa
dapat mengetahui konversi bilangan dan kode ke dalam bilangan lainnya.
·
Mahasiswa
dapat melakukan perhitungan arithmatik menggunakan sistem bilangan.
1.3 Materi
1.
Pendahuluan
·
Bilangan
Decimal
·
Konversi
bilangan Decimal ke Biner
·
Konversi
bilangan Decimal ke Octal
·
Konversi
bilangan Decimal ke Hexadecimal
2.
Bilangan
Biner
·
Konversi
Bilangan Biner ke Decimal
·
Konversi
Bilangan Biner ke Octal
·
Konversi
Bilangan Biner ke hexadecimal
·
Bilangan
Octal
·
Konversi
Bilangan Octal ke Decimal
1
·
Konversi
Bilangan Octal ke Biner
·
Konversi
Bilangan Octal ke Hexadecimal
·
Bilangan
hexadecimal
·
Konversi
Bilangan hexadecimal ke Biner
·
Konversi
Bilangan hexadecimal ke Octal
·
Konversi
Bilangan hexadecimal ke Decimal
·
Kode
Bilangan
·
Kode
Exces-3
·
Kode
Gray
·
Kode
BCD ( Binari Code Decimal )
·
Kode
ASCII
·
Operasi
Arithmatik
·
Operasi Penjumlahan
·
Operasi Pengurangan
2
BAB II
SISTEM BILANGAN DAN PENGODEAN
1. Pengertian
Sistem Bilangan Dan Pengodean
~ Sistem Bilangan
-
Sistem bilangan terdiri dari :
- Desimal: adalah bilangan
berbasis 10(0-9) yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
- Biner : Adalah bilangan basis
2(0 dan 1) yang digunakan oleh mesin untuk beroperasi
- Oktal : Adalah bilangan basis
8(0-7).
- Heksadesimal : Adalah bilangan
basis 16(0-9; A-F), biasa digunakan untuk pengalamatan didalam memory.
-
Konversi sistem bilangan :
~
Peralihan atau konversi pada sistem bilangan dapat dilakukan dari:
- desimal ke biner, dan
sebaliknya.
- desimal ke oktal, dan
sebaliknya.
- desimal ke heksadesimal, dan
sebaliknya.
- biner ke oktal, dan sebaliknya.
- biner ke heksadesimal, dan
sebaliknya.
Dalam sistem-sistem digital informasi numeric dinyatakan
dalam sistem bilangan dan pengkodean antara lain :
·
Bilangan
Biner ( bilangan dasar 2 )
·
Bilangan
Octal ( bilangan dasar 8 )
·
Bilangan hexadecimal ( bilangan dasar 16 )
·
Kode
Gray
·
Kode BCD
·
ASCII
Code
3
Contoh bilangan tersebut dapat dilihat dalam tabel
berikut :
|
Decimal
|
Biner
|
Octal
|
Hexa
Decimal
|
|
0
|
0000
|
00
|
00
|
|
1
|
0001
|
01
|
1
|
|
2
|
0010
|
02
|
2
|
|
3
|
0011
|
03
|
3
|
|
4
|
0100
|
04
|
4
|
|
5
|
0101
|
05
|
5
|
|
6
|
0110
|
06
|
6
|
Contoh bilangan lainnya :
75 (10) = 1001011(2) = 113 (8) = 4b
(16 )
325 (10) = 101000101 (2) = 505 (8)
= 145 (16 )
494 (10) = 111101110 (2)
=756 (8) = 1EE (16 )
487 (10) = 111100111 (2)
= 747 (8) = 1E7 (16 )
Dalam materi berikut akan dijelaskan pengetian bilangan,
konversi bilangan menjadi bilangan lainnya, serta pemakaian dalamoperasi
aritmatik.
2. Bilangan Decimal
Bilangan
decimal adalah bilangan dengan bilangan dasar 10. Posisi dari bilangan decimal yang mengandung
bit dapat diberikan contoh pada bagian
berikut .
525
= 5 x 102 + 2 x 10 1 + 5
x 100
= 5 x 100 + 2 x 10
+ 5 x 1
= 500 +
20 + 5
= 525 4
2.1 Konversi bilangan Decimal ke Biner
25 Decimal
= 1 1
0 0 1
2.2
Konversi bilangan Decimal ke Octal
46
Decimal = 5
6
2.3 Konversi bilangan Decimal ke Hexadecimal
46 Decimal = 10
12 = AC
5
3. Bilangan Biner
3.1 Konversi Bilangan Biner ke Decimal
11011 = 1 x 24 + 1 x 23 + 0
x 22 +1 x 21 +1 x 20
=
16 + 8
+ 0 +
2 + 1
=
27 bilangan decimal
101.101 = 22
+ 20 +2-1 + 2-3
=
4 + 1 +
0.5 + 0.125
3.2
Konversi Bilangan Biner ke Octal
Soal
latihan dan Jawaban
100110 =
100 110
= 4 6
110001 =
110 001
= 6 1
11110011 =
11
110 011 = 3 6 3
3.3 Konversi Bilangan Biner ke
hexadecimal
11011 = 1 1011 = 1 B
( dikelompokaan
empat bit dari kanan ke kiri )
4. Bilangan Octal
4.1 Konversi
Bilangan Octal ke Decimal
113 = 1x
8 2 + 1 x 8 1 + 3 x 8 0
7
= 64
+ 8 + 3
= 75
4.2 Konversi Bilangan Octal ke Biner
675 = 110
111 101
4.3
Konversi Bilangan Octal ke Hexadecimal
675 = 1
1011 1101 = 1 B D
5. Bilangan
hexadecimal
5.1 Konversi Bilangan hexadecimal ke Biner
23B = 0010
0011 1011
5.2 Konversi Bilangan
hexadecimal ke Octal
23B = 001
000 111 011
5.3
Konversi Bilangan hexadecimal ke Decimal
23B = 2 x
16 2 + 3 x 16 1 + 11 x
16 0
=
512 + 48 +
16
=
576
6. Kode Bilangan
6.1 Tabel Code Bilangan
8
|
Desimal Digit
|
Biner
|
BCD
|
Excess-3
|
Code
Gray
|
|
0
|
0000
|
0000
|
0011
|
0000
|
|
1
|
0001
|
0001
|
0100
|
0001
|
|
2
|
0010
|
0010
|
0101
|
0011
|
|
3
|
0011
|
0011
|
0110
|
0010
|
|
4
|
0100
|
0100
|
0111
|
0110
|
|
5
|
0101
|
0101
|
1000
|
0111
|
6.2 Konversi Bilangan Decimal
ke Excess-3
Kode Excess-3 ada
hubungannnya dengan kode BCD dan kadang-kadang digunakan menggantikan BCD
karena mempunyai keuntungan dalam operasi –operasi aritmatik tertentu.
Pengkodean Excess 3 untuk bilangan desimal dilaksanakan dengan cara yang sama
seperti BCD kecuali bahwa angka 3 ditambahkan pada setiap digit decimal sebelum
mengkodekan dalam biner.
Contoh
:
Bilangan
46
46
masing-masing bit ditambah 3 sehingga
menjadi 79
maka
kode excess-3 adalah = 0111
1001
6.3 Konversi dari biner ke Gray
Setiap bilangan biner dapat diubah menjadi representasi
kode Gray dengan cara seperti berikut :
·
Bit pertama dari code gray sama dengan bit pertama dari
bilangan biner
·
Bit kedua dari kode gray sama dengan exclusive OR dari bit pertama dan kedua dari bilangan
biner ( akan sama dengan satu apabila kode biner tersebut berbeda, akan sama
dengan 0 jika bit tersebut sama ).
9
·
Bit
kode gray ketiga sama dengan exclusive OR dari bit kedua dan ketiga dari
bilangan biner, dan seterusnya.
1 1 1 0
1
Kode ASCII
|
|
000
|
001
|
010
|
011
|
100
|
101
|
110
|
111
|
|
0000
|
NUL
|
DEL
|
Space
|
0
|
@
|
P
|
|
p
|
|
0001
|
SOH
|
DC1
|
!
|
1
|
A
|
Q
|
a
|
q
|
|
0010
|
STX
|
DC2
|
„
|
2
|
B
|
R
|
b
|
r
|
|
0011
|
ETX
|
DC3
|
#
|
3
|
C
|
S
|
c
|
s
|
|
0100
|
EOT
|
DC4
|
$
|
4
|
D
|
T
|
d
|
t
|
|
0101
|
END
|
NAK
|
%
|
5
|
E
|
U
|
e
|
u
|
|
0110
|
ACK
|
SYN
|
&
|
6
|
F
|
V
|
f
|
v
|
|
0111
|
BEL
|
ETB
|
,
|
7
|
G
|
W
|
g
|
w
|
|
1000
|
BS
|
CAN
|
(
|
8
|
H
|
X
|
.h
|
x
|
|
1001
|
VT
|
ESC
|
)
|
9
|
I
|
Y
|
i
|
y
|
|
1010
|
LF
|
SUB
|
*
|
:
|
J
|
Z
|
j
|
z
|
10
7. Operasi
Arithmatik
7.1
Operasi Penjumlahan
11001 25
10010
18
7.2 Operasi
Pengurangan
9 1001
6 0110
Tahapan :
o
Ubah bilangan pengurang menjadi komplemen ke –2
o
Jumlahkan dengan data 9
o
Komplemen
pertama dari bilangan 6 = 1001
o
Komplemen
ke dua dari bilangan 6 = 1010
o
Penjumlahan 1001 dengan 1010 = 0 0 1 1
o
Dengan
demikian hasil nya adalah 0011 = 03
7.3 Perkalian bilangan biner
Perkalian bilangan biner dilakukan dengan cara yang sama
dengan cara perkalian bilangan Desimal.
1
0 0 1
1 0 0 1
1 0 0 1 11
0 0 0 0
1 1 0 0 0 1 1
4 Pembagian Biner
0011
11 1001 9 : 3 = 3
0011
7.5
Pemakaian sistem
bilangan dalam pemograman
|
Address
|
Mechine
Code
|
Menemonic
Code
|
Action
|
|
7000
|
06 30
|
MVI B, 30
|
B : 30
|
|
7002
|
0E 20
|
MVI C, 20
|
C : 20
|
|
7004
|
16 40
|
MVI D, 40
|
D : 40
|
|
7006
|
78
|
MOV A, B
|
A : B : 30
|
|
7007
|
81
|
ADD C
|
A : A + C :
50
|
7.6 Penjelasan Program
7.6.1 Register B diisi data 30.
7.6.2 Register C diisi data 20. 12
7.6.3 Register D diisi data 40.
7.6.4 Data yang ada pada register B
dipindah ke register A, yang sekarang
register A berisi data 30.
7.6.5 Data pada register A
dijumlahkan dengan data pada register C.
A
= 30 + 20 = 50
7.6.6
Data
pada register A dijumlahkan dengan data pada register D.
A = 50 + 40 = 90.
Pada program ditunjukan bahwa sejumlah
instruksi mesin dalam kode hexa desimal, kemudian untuk melakukan penjumlah
dilakukan dengan menggunakan kode ADD dalam hexa 82. Dengan demikian maka diperlukan
pemahaman sistem bilangan untuk melakukan pemograman.
BAB III
PENUTUP
1.
Dengan
selesainya penyusunan Makalah ini, Penulis mengucapkan banyak Terima Kasih
kepada Teman-Teman Kelompok yang turut membantu dan mengerjakan Makalah ini,
Penulis berusaha menuangkan sedikit pengetahuan yang telah di dapatkan selama
memperoleh Di Perguruan Tinggi Swasta Ini termasuk Unisla. Kalau ada kata-kata
Yang tidak benar di Baca kepada Dosen Pengampu Mohon Di Maklumi.. Sekian Dan Terima Kasih !!!
WASSALAM . . .!!!!
